Minggu, 25 November 2012

Penyakit Flu Tulang

Flu tulang merupakan penyakit yang di sebabkan oleh virus Parvovirus B19, Meski tidak mengakibatkan kematian penyakit ini menyebabkan kelumpuhan.Penyakit Infeksi parvovirus B19 atau Eritema infektiosum atau Fifth disease sering juga dikenali sebagai Slapped cheek merupakan menular yang disebabkan karena Parvovirus B19. Masa inkubasi virus ini, mulai waktu terpapar sampai timbul gejala penyakit sampai 1 sampai 2 minggu. Virus B19, umumnya disebut sebagai Parvovirus B19 atau kadang-kadang B19 erythrovirus adalah yang pertama dan dikenal virus manusia dalam keluarga parvoviruses, erythrovirus genus. B19 virus menyebabkan ruam kecil disebut penyakit kelima atau infectiosum eritema yang biasa disebut sindrom menampar pipi. Virus ini ditemukan secara kebetulan pada 1975 oleh ahli virus Australia Yvonne Cossart. Pelebelan nama tersebut berkaitan dengan penamaan cawan petri B19
Parvovirus B19 (B19V) adalah untai tunggal DNA virus keluarga Parvoviridae dan Genus Erythrovirus. Meskipun parvoviruses sering menyebabkan penyakit pada hewan, hanya pada tahun 1975 bahwa patogen pada manusia pertama ditemukan oleh Cossart dkk dalam sebuah  skrining ‘serum untuk antigen hepatitis salah satu donor donor bank darah sampel serum diberi kode B19 Penyakit ini biasanya di sebut sebagai chikungunya atau juga demam tulang. Penyebabnya sama seperti DBD, yakni nyamuk Aides Aegypty, sifat penyebarannya sangat cepat sehingga chikungunya sangat cepat dan bisa menyebabkan kelumpuhan.
Flu Tulang
Flu Tulang
Terdapat beberapa jenis penyakit flu di dalam dunia medis. Dan yang paling populer saat ini di tengah masyarakat permasalahan flu burung. Namun, ada jenis penyakit flu yang selama ini jarang terdengar di sekitar kita yaitu flu tulang. Menurut penelitian dokter ahli, flu ini disebabkan infeksi virus chikungunya yang tersebar melalui gigitan nyamuk aedes albopictus atau lebih dikenal dengan nama Aedes aegypti. Selain itu, nyamuk ini juga menyebabkan virus demam berdarah.

Gejala awal orang yang terinfeksi virus chikungunya adalah rasa nyeri pada bagian tulang dan sendi sehingga ketika jalan pasien terkadang harus membungkuk karena menahan rasa sakit. Nyeri pada sendi dapat bertahan lama sampai berbulan-bulan meskipun gejala lainnya sudah hilang.

Gejala lain penderita flu tulang adalah sakit perut, sakit kepala, muntah, mual, mata memerah, mudah silau, demam tinggi, serta bintik-bintik merah pada kulit, terutama bagian tangan dan badan. Gejala awal pada masing-masing penderita berbeda-beda, nyeri sendi umumnya lebih banyak dialami kalangan anak-anak.

Meskipun gejala yang dialami mirip dengan penderita demam berdarah dengue, namun chikungunya tidak terdapat pendaharan hebat. Bintik-bintik merah pada kulit hanya sekedar ruam, bukan tanda adanya pendarahan pada bagian bawah kulit (petikie) layaknya demam berdarah dengue.

Istilah flu pada penyakit flu tulang menimbulkan kerancuan karena tidak seperti penyakit meriang, batuk, maupun pilek yang disebabkan oleh virus influenza. Istilah tersebut muncul karena pada awalnya gejala influenza adalah nyeri pada bagian sendi dan otot, sehingga memiliki kesamaan dengan gejala infeksi chikungunya. Oleh karena memiliki gejala yang serupa, maka istilah flu tulang digunakan untuk menyebutkan nama penyakit ini.

Flu tulang merupakan jenis penyakit yang bersifat self limiting disease yaitu penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya meskipun tanpa dilakukan pengobatan. Oleh karena itu, obat-obat yang dikonsumsi sekedar mengurangi gejala yang dialami seperti obat anti nyeri, obat penurun demam, obat antimuntah serta multivitamin untuk memperbaiki daya tahan tubuh.

Pada umumnya setelah satu minggu gejala-gejala penyakit flu tulang akan mereda dengan sendirinya. Dibutuhkan pencegahan agar penyakit ini tidak menyebar luas, yaitu dengan membasmi nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, gerakan masal 3M (menutup, menimbun, dan menguras) sangat relevan sebagai langkah untuk meminimalisir penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Membersihkan penampungan air maupun kolam-kolam yang berjentik, serta bisa juga dilakukan pengasapan (fogging) untuk membasmi nyamuk dewasa ataupun menaburkan bubuk abate.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar